Pengenalan Proyek: Nesa Network

Sebagai seorang pengamat web3 yang sudah lama mengikuti perkembangan blockchain, saya sering terpesona dengan bagaimana teknologi seperti AI bisa menyatu sempurna dengan ekosistem terdesentralisasi. Nesa Network, atau yang lebih dikenal sebagai Nesa, hadir sebagai platform blockchain Layer-1 yang dirancang khusus untuk mendukung inferensi AI secara langsung. Fokus utamanya adalah mengintegrasikan kemampuan kecerdasan buatan ke dalam jaringan blockchain, sehingga menciptakan layanan inferensi AI yang aman, melindungi privasi, dan bisa dipercaya tanpa bergantung pada pihak ketiga. Di era di mana data pribadi semakin berharga, inovasi seperti ini terasa sangat relevan bagi komunitas crypto di Indonesia yang sedang berkembang pesat.

Posisi Utama

  • Blockchain Layer-1 Asli untuk AI: Nesa dibangun sebagai jaringan Layer-1 yang ringan, memungkinkan dukungan inferensi AI langsung di atas rantai, bukan sekadar platform kontrak pintar konvensional yang biasa kita lihat.
  • Inferensi AI yang Aman dan Terpercaya di Rantai: Dengan memadukan teknologi perlindungan privasi seperti Zero-Knowledge Machine Learning (ZKML), Trusted Execution Environment (TEE), serta skema enkripsi canggih, Nesa menjamin bahwa data dan hasil inferensi AI tetap rahasia, sekaligus memverifikasi eksekusi tanpa kepercayaan buta.
  • Ekonomi AI Terdesentralisasi: Platform ini membuka peluang bagi node untuk ikut serta dalam konsensus jaringan, menghosting model AI, dan menyediakan layanan inferensi, didukung oleh model insentif token asli yang mendorong pengembang, penambang, dan pengguna membangun ekosistem AI yang benar-benar mandiri.

Fitur Kunci

  • Inferensi AI dengan Perlindungan Privasi: Di platform Nesa, proses inferensi AI bisa dilakukan secara rahasia, di mana tidak ada node yang bisa mengintip kueri atau data pengguna—sempurna untuk menjaga kerahasiaan di tengah maraknya kekhawatiran data breach.
  • Ekologi Model AI di Rantai: Nesa memfasilitasi pengunggahan lebih dari 1000 model AI ke blockchain, memungkinkan pemanggilan dan eksekusi fungsi model tersebut langsung dari kontrak pintar, membuka pintu bagi aplikasi inovatif.
  • Arsitektur Eksekusi Terdesentralisasi: Melalui AI Virtual Machine (AIVM), Nesa menggabungkan eksekusi on-chain dan off-chain untuk mencapai skalabilitas tinggi serta inferensi yang efisien, menghindari kemacetan yang sering dialami jaringan lain.
  • Interoperabilitas Lintas Rantai: Dengan protokol seperti AI Link™, Nesa menyediakan layanan inferensi AI lintas blockchain, memberi akses fungsi AI terpercaya bagi ekosistem blockchain lainnya, termasuk yang populer di Asia Tenggara.

Token Asli: NES

  • Fungsi: Token NES menjadi pusat dari Nesa Network, digunakan untuk membayar biaya transaksi, permintaan inferensi AI, staking konsensus, insentif keamanan, voting tata kelola, serta hadiah bagi pengembang model.
  • Pasokan dan Distribusi Token: Total pasokan awal mencapai 1 miliar NES, dengan mekanisme inflasi yang menurun secara bertahap setiap tahun; alokasinya mencakup hadiah ekosistem, tim pengembang, investor awal, dan sebagainya, memastikan keseimbangan jangka panjang.

Pendanaan dan Dukungan

  • Inkubasi dan Dukungan dari Binance Labs
    Program Akselerator MVB Binance: Nesa terpilih sebagai proyek di musim ke-7 akselerator MVB Binance Labs, mendapatkan pengakuan resmi serta dukungan strategis dari ekosistem Binance. Kabar baiknya, program ini juga melibatkan investasi ke proyek (meski jumlah pastinya belum diungkap), yang menandakan potensi besar Nesa di pasar global.

Tutorial Satu

Rekomendasi 3 Exchange Crypto Teratas Global:

Daftar di Binance Exchange (Juara volume perdagangan, pilihan aset terlengkap, bonus melimpah untuk pemula);

Daftar di OKX Exchange (Alat kontrak andalan, biaya transaksi rendah);

Daftar di Gate.io Exchange (Pemburu koin baru, copy trading plus airdrop eksklusif).

Pilih Binance untuk pengalaman lengkap, OKX untuk strategi pro, atau Gate untuk altcoin seru! Daftar sekarang dan nikmati diskon biaya transaksi seumur hidup~