Satu kalimat: Saya menyerah, tapi setidaknya kamu harus jual sesuai harga yang saya katakan!
 

Stop loss order biasa adalah “turun ke harga XX, saya akan jual di harga pasar, berapa pun harganya, selamatkan nyawa dulu”.

 

Stop loss limit order hebatnya: turun ke harga XX, saya tidak jual sembarangan, saya ingin keluar dengan elegan sesuai harga yang saya tentukan (atau lebih baik).

Ini sebenarnya seperti roket dua tahap

  • Tahap pertama: Harga stop loss (harga pemicu) → Saat harga menyentuh garis ini, order langsung dinyalakan.
  • Tahap kedua: Harga limit (harga eksekusi) → Setelah dinyalakan, otomatis menempatkan order limit, hanya dieksekusi pada harga ini atau lebih baik.

Contoh paling klasik

Kamu beli BNB di 300 dolar, sekarang untung mengambang ke 500 dolar, tapi takut koreksi.

 

Kamu tempatkan stop loss limit sell order:

 

Harga stop loss 480 (selama turun ke 480, langsung terpicu)

 

Harga limit 475 (setelah terpicu, hanya mau jual di 475 atau lebih tinggi)

 
Hasil ada tiga kemungkinan:
 
  • Turun perlahan ke 479 → terpicu → tempatkan order jual 475 → antri dan dieksekusi → kamu keluar dengan sopan
  • Turun tajam langsung dari 490 ke 460 → terpicu, tapi 475 tidak ada yang mau ambil → order macet, kamu lihat posisi rugi terus
  • Turun ke 480 lalu langsung rebound → 475 mudah dieksekusi → stop profit sempurna
 

Jadi alat ini adalah:

 

Tidak ingin slippage order pasar membuatmu tidak dikenali ibu sendiri,

 

Tapi juga tidak ingin benar-benar tidak ada pertahanan.

Kapan menggunakan stop loss limit order paling enak?

  • Kamu prediksi koreksi tidak terlalu dalam, ingin sisakan ruang profit untuk keluar elegan
  • Pasar sideways, ingin presisi sampai 5 dolar, 10 dolar, tidak mau kalah selangkah
  • Posisi besar, takut order pasar langsung makan habis order book
  • Sebelum tidur malam, pasang, besok pagi naik turun otomatis ditangani

Kapan jangan pernah pakai?

  • Pasar crash besar atau pump besar (langsung gap, terpicu tapi limit tidak ada yang peduli)
  • Koin kecil, koin sampah, likuiditas jelek seperti hantu (slippage sudah besar, kamu masih pilih harga?)
  • Psikologi lemah, lihat tidak dieksekusi langsung panik → Mending pakai stop loss biasa saja

Ringkasan satu kalimat

Stop loss order = “Saya kabur dulu, berapa pun harganya boleh”

 

Stop loss limit order = “Saya mau kabur, tapi minimal beri saya harga yang sopan”

 

Pemula gunakan stop loss biasa untuk selamatkan nyawa,

 

Lebah tua ingin makan lebih banyak daging, pegang lebih lama, baru pakai stop loss limit untuk main elegan.

 

Mau main order ini? Tanyakan dulu pada diri sendiri:

 

Bisakah saya terima situasi terburuk — terpicu tapi tidak dieksekusi, akhirnya rugi lebih besar daripada tidak pasang stop loss?

 

Bisa terima, baru main;

 

Tidak bisa? Ya sudah, stop loss pasar biasa saja, jangan sok jago.