Pengenalan Proyek


Sebagai seorang pengamat Web3 yang sudah lama mengikuti perkembangan AI, saya sering terpesona dengan bagaimana teknologi bisa menyatukan kekuatan global untuk inovasi yang lebih inklusif. Gensyn AI, perusahaan asal Inggris yang didirikan pada 2020 dan berbasis di London, hadir sebagai pionir dalam hal ini. Mereka membangun protokol komputasi machine learning terdesentralisasi yang mengumpulkan sumber daya komputasi idle di seluruh dunia, seperti GPU yang menganggur, menjadi jaringan superkomputer terpadu. Ini memungkinkan pelatihan dan inferensi model AI skala besar dengan cara yang lebih terjangkau dan efisien, terutama bagi komunitas developer di negara berkembang seperti Indonesia yang sering kesulitan akses hardware mahal.

Integrasi mendalam antara blockchain dan AI menjadi pondasi utama Gensyn, menciptakan pasar daya komputasi yang terbuka lebar. Siapa pun, mulai dari individu hingga perusahaan, bisa menyumbangkan perangkat keras mereka yang tidak terpakai, sementara para pengembang dapat menyewa sumber daya tersebut sesuai kebutuhan untuk membangun model AI. Pendekatan ini tidak hanya menurunkan biaya dan hambatan masuk untuk pelatihan AI, tapi juga memastikan alokasi sumber daya komputasi berjalan lebih optimal, mirip seperti berbagi tumpengan di acara gotong royong kita—semua saling mendukung untuk hasil yang lebih besar.

Pada inti teknologinya, Gensyn menerapkan mekanisme verifikasi tanpa kepercayaan, termasuk bukti pembelajaran probabilistik dan metode verifikasi berbasis graf, untuk menjamin eksekusi tugas terdistribusi berjalan benar dan hasilnya bisa diandalkan. Selain itu, mereka juga memperkenalkan kerangka benchmark Delphi yang dirancang untuk mengevaluasi performa dan efisiensi model AI secara objektif. Desain inovatif ini menjadikan Gensyn sebagai pemimpin di ranah komputasi terdesentralisasi, berperan penting dalam mendorong demokratisasi AI dan kemajuan open source yang bisa dirasakan manfaatnya oleh ekosistem tech kita di Asia Tenggara.

 

Tim Pengembang


Tim di balik Gensyn terdiri dari para ahli di bidang kriptografi, sistem terdistribusi, dan machine learning, dengan total sekitar 30 orang yang berpengalaman mendalam. Pendiri utamanya adalah Harry Grieve sebagai CEO, yang awalnya berlatar belakang keuangan sebelum beralih ke persimpangan Web3 dan AI, memimpin strategi keseluruhan proyek dengan visi jangka panjang.

Sementara itu, Ben Fielding sebagai co-founder menangani arsitektur teknologi dan pengembangan produk, memastikan fondasi yang kokoh. Banyak anggota tim berasal dari institusi ternama seperti Hugging Face dan Google DeepMind, membawa serta keahlian engineering serta riset yang solid. Beberapa di antaranya fokus pada optimasi komputasi performa tinggi dan protokol blockchain, menjaga kestabilan proyek di lingkungan terdistribusi yang kompleks—sebuah tim yang benar-benar siap menghadapi tantangan masa depan AI.

 

Situasi Pendanaan


Gensyn telah berhasil mengumpulkan dana lebih dari 50 juta dolar AS melalui beberapa putaran investasi, yang difokuskan untuk pengembangan protokol, perluasan tim, dan peluncuran jaringan. Putaran kunci mencakup:

Seri A: 43 juta dolar AS, dipimpin oleh a16z crypto dengan partisipasi dari CoinFund, Protocol Labs, dan Eden Block.

Putaran benih: 6,5 juta dolar AS, dipimpin oleh Eden Block.

 

Putaran awal: sekitar 1,1 juta dolar AS untuk pengembangan prototipe awal.

Dana-dana ini telah mendorong proyek dari tahap proof-of-concept hingga testnet, dan protokol terus berkembang dengan iterasi berkelanjutan—bukti komitmen kuat terhadap ekosistem Web3 yang sedang berkembang pesat.

 

Twitter Resmi

Panduan Testnet Gensyn Delphi

Rekomendasi Top 3 Exchange Kripto Global:


Daftar di Binance (Raja volume perdagangan, variasi aset terlengkap, bonus melimpah untuk pemula);


Daftar di OKX (Alat kontrak unggulan, biaya transaksi rendah);


Daftar di Gate.io (Pemburu koin baru, copy trading + airdrop eksklusif).


Pilih Binance untuk yang lengkap dan besar, OKX untuk strategi pro, Gate.io untuk altcoin seru! Daftar sekarang dan nikmati diskon biaya transaksi seumur hidup~