Sebagai seorang penggiat Web3 yang sudah lama mengikuti perkembangan blockchain, saya excited banget lihat munculnya proyek-proyek Layer 2 baru yang bikin ekosistem Ethereum makin cepat dan efisien. Nah, salah satunya adalah RISE Chain, proyek L2 Ethereum berkinerja tinggi yang baru saja mengumpulkan dana sebesar 720 juta dolar AS. Saat ini, interaksi di testnet mereka sudah resmi dibuka, dan ini kesempatan emas buat komunitas crypto di Indonesia untuk ikut merasakan potensinya lebih dulu.

Yang bikin RISE Chain menonjol adalah mesin eksekusi paralel unik mereka, RiseVM, yang dirancang khusus untuk mempercepat transaksi on-chain tanpa mengorbankan keamanan. Ini seperti upgrade besar untuk pengalaman trading di blockchain, terutama buat trader Indonesia yang sering kesulitan dengan biaya gas tinggi di mainnet Ethereum.

Sekarang, DEX di ekosistem mereka sudah live, dan kamu bisa berpartisipasi tanpa biaya sama sekali. Dengan begitu, peluang untuk mengamankan posisi bagus di airdrop resmi mendatang jadi terbuka lebar—mirip seperti event-event seru di proyek L2 lain yang pernah bikin banyak orang di sini untung besar.

Cara Ikut serta dan Langkah-langkah Dasar

  1. Masuk ke Testnet

Klik link ini untuk langsung ke halaman testnet DEX RISE Chain ekosistem mereka. Gampang kok, langsung bisa eksplor.

  1. Hubungkan Wallet dan Ambil Token Test

Setelah masuk, sambungkan wallet favoritmu seperti MetaMask. Lalu, tekan faucet untuk klaim token test gratis—ini yang bakal kamu pakai buat simulasi trading nanti, tanpa keluar duit sungguhan.

  1. Coba-coba Trading

Antarmuka trading di testnet ini mirip banget sama DEX populer lainnya, smooth dan user-friendly. Pilih pasangan aset yang ingin kamu transaksikan, atur leverage (misalnya 3x atau lebih), pilih arah long atau short, lalu tentukan order market atau limit.

Jangan lupa switch ke mode coin-margined, masukkan jumlah yang mau ditrading, dan eksekusi ordernya. Seru deh, rasanya seperti latihan di pasar crypto asli tapi aman.

  1. Kelola Order

Selesai buka posisi? Di bagian bawah halaman, kamu bisa pantau semua order aktifmu. Fitur seperti close position satu klik, atau set take profit dan stop loss, semuanya mudah diakses—cocok buat pemula di Indonesia yang baru belajar DeFi.

Intinya, trading di sini nggak cuma soal sekali jalan, tapi bangun kebiasaan interaksi rutin selama fase testnet berlangsung. Ini yang bikin akunmu lebih 'berbobot' nanti.

Tips Ikut yang Efektif

Poin utama di testnet bukan cuma transaksi sporadis, melainkan konsistensi dalam beraktivitas. Coba simulasi skenario nyata: mainkan leverage berbeda seperti 3x atau 5x, tahan posisi sebentar, baru tutup. Ini bantu kamu paham dinamika risikonya, sekaligus tingkatkan engagement.

Soal frekuensi, dari pengalaman airdrop sebelumnya di proyek serupa, lebih baik interaksi kecil tapi rutin—misalnya 3-5 hari berturut-turut, dengan 1-2 trade per hari. Jauh lebih impactful daripada spam ratusan trade dalam sehari, yang malah bisa dianggap bot-like oleh sistem.

Peringatan Penting: Di testnet, semuanya pakai aset virtual, jadi zero risiko keuangan nyata. Tapi ingat, saat mainnet live nanti, trading kontrak punya risiko tinggi. Investasi bijak, jangan gegabah—terutama buat sesama crypto enthusiast di Indonesia yang lagi semangat banget sama Web3!

Contoh Simulasi Trading