Bayangkan saja, di bank konvensional, pinjaman bergantung pada wajahmu—kalau kamu sudah kaya, baru deh mereka mau kasih. Tapi di dunia DeFi, semuanya beda: yang penting kamu punya aset kripto sebagai jaminan, langsung bisa pinjam tanpa basa-basi.

Traditional vs DeFi Lending

Kata-kata itu bikin hati lega, kan? Sebagai pengamat web3 yang sudah lama bergelut di sini, saya sering lihat betapa frustrasinya orang-orang di Indonesia yang kesulitan akses layanan keuangan tradisional. DeFi datang seperti angin segar, menghancurkan tembok-tembok itu.

Sistem perbankan lama punya syarat yang bikin pusing: skor kredit rendah? Bukti kerja hilang? Ya sudah, lupalah. Di seluruh dunia, sekitar 17 miliar orang dewasa bahkan belum punya rekening bank, apalagi mimpi pinjam uang.

DeFi ubah segalanya dengan cara yang revolusioner. Punya aset kripto? Langsung saja jadikan jaminan dan pinjam dana kapan pun, di mana pun. Tak perlu verifikasi identitas rumit, wawancara panjang, atau nunggu persetujuan berhari-hari.

Lebih asyik lagi, kalau kamu punya dana idle, tinggalkan saja di liquidity pool dan nikmati bunga pasif tanpa repot. Sektor pinjam-meminjam ini memang jadi andalan DeFi, dengan Total Value Locked (TVL) yang selalu mendominasi.

Pada April 2021, skala pinjaman DeFi baru mencapai 97 miliar dolar AS. Kini di 2026, angkanya sudah melonjak puluhan kali lipat, dengan protokol utama yang mengunci ratusan miliar.

Hari ini, mari kita kupas dua raksasa di bidang ini: Compound dan Aave. Kita akan jelajahi bagaimana pinjaman on-chain benar-benar bekerja, dari perspektif seorang yang sudah sering main di ekosistem ini.

Mengapa Pinjaman DeFi Begitu Menggoda? Keunggulan yang Tak Bisa Ditiru Bank Tradisional

DeFi Lending Advantages
  1. Tanpa Hambatan Masuk: Siapa pun di planet ini, asal punya wallet, bisa ikut serta. Tak peduli tanpa paspor, asuransi sosial, atau surat keterangan kerja—semua terbuka lebar, terutama buat masyarakat di negara berkembang seperti kita di Indonesia yang sering terpinggirkan.
  2. Kecepatan Kilat: Dari jaminan ke pencairan dana, hanya hitungan detik. Bandingkan dengan bank biasa yang bisa bikin kamu menunggu berminggu-minggu.
  3. Keuntungan Dua Arah: Peminjam bayar bunga, pemberi dana terima imbalan. Tak ada bank yang potong jatah; semuanya diatur otomatis oleh algoritma pintar.
  4. Transparansi Maksimal: Bagaimana suku bunga dihitung? Di mana garis likuidasi? Berapa rasio jaminan? Semua tercatat di blockchain, bisa dicek siapa saja kapan saja.
  5. Strategi Leverage: Jamin ETH untuk pinjam USDC, lalu beli ETH lagi—ulangi untuk tingkatkan potensi return (tapi ingat, risiko juga ikut membengkak).

Namun, jangan lupa: kebebasan tinggi berarti risiko tinggi pula. Kalau harga aset anjlok tiba-tiba, jaminanmu bisa dilikuidasi, dan kamu kehilangan segalanya dalam sekejap.

Compound: Pelopor Pasar Uang On-Chain yang Sederhana dan Tangguh

Compound lending mechanism

Compound adalah pionir pinjaman DeFi yang meledak popularitasnya sejak 2020. Konsepnya mirip pasar uang raksasa di blockchain: sederhana tapi efektif.

Bayangkan sebuah kolam besar di mana:

  • Pemberi dana masukkan aset mereka untuk dapatkan bunga.
  • Peminjam gunakan jaminan untuk tarik dana yang dibutuhkan.
  • Suku bunga menyesuaikan diri secara dinamis berdasarkan permintaan dan penawaran.

Pada 2021, protokol ini mendukung sembilan aset utama seperti ZRX, BAT, COMP, DAI, ETH, USDC, USDT, UNI, dan WBTC. Kini di 2026, daftarnya lebih panjang, plus ekspansi ke Layer 2 seperti Arbitrum dan Base untuk biaya lebih rendah dan kecepatan lebih tinggi.

Bagaimana Suku Bunga Ditentukan?

Semua murni algoritma: kalau permintaan pinjaman naik, bunga ikut melonjak; kalau sepi, turun otomatis. Misalnya, untuk DAI, yield bagi pemberi bisa 4-6% APY, sementara peminjam bayar 7-10%—tergantung kondisi pasar saat itu.

Apa Itu cToken?

Ketika kamu simpan DAI, bukan bunga langsung yang kamu dapat, melainkan cDAI sebagai bukti kepemilikan plus akumulasi imbalan. Semakin lama disimpan, nilai tukar 1 cDAI ke DAI semakin tinggi.

Contoh: Simpan 1000 DAI, dapat 1000 cDAI. Setelah setahun dengan 10% bunga, 1000 cDAI mu bisa ditukar jadi 1100 DAI. Bunga bertambah otomatis, tanpa perlu klaim manual.

Cara Pinjam: Jaminan Dulu!

Setiap aset punya faktor jaminan (Collateral Factor). Untuk ETH, katakanlah 75%—artinya dari 1000 dolar ETH, maksimal pinjam 750 dolar aset lain.

Kalau rasio jaminan turun di bawah batas aman (biasanya 110-130%), sistem likuidasi otomatis: potong 8% denda, jual jaminanmu untuk bayar utang.

Governance di Compound

Token COMP jadi kunci pengambilan keputusan. Pemegang bisa voting soal penambahan aset baru, penyesuaian parameter, atau model bunga. Meski syarat proposal ketat (minimal 1% total supply), komunitasnya tetap dinamis dan inklusif.

Singkatnya, Compound cocok banget buat pemula yang ingin mulai dengan fondasi kuat dan minim kerumitan.

Aave: Evolusi Pinjaman yang Lebih Canggih dan Fleksibel

Aave muncul sedikit lebih belakangan dari Compound, tapi kini jadi pemimpin pasar dengan TVL yang sering nomor satu dan fitur yang lebih variatif.

Inovasi utamanya mencakup:

  1. Flash Loan: Pinjam dana besar tanpa jaminan, asal dikembalikan dalam transaksi yang sama. Ideal untuk arbitrase, manipulasi harga, atau bot likuidasi. Biaya hanya 0.09%, dan transaksi harus sukses total atau dibatalkan sepenuhnya.
  2. Mode Suku Bunga: Pilih antara stabil (cocok untuk pinjaman jangka panjang tanpa khawatir fluktuasi) atau variabel (lebih murah tapi ikut arus pasar).
  3. Delegasi Kredit: Serahkan kuota pinjamanmu ke orang lain, seperti teman atau bot, untuk dikelola.
  4. Jaminan Beragam: Lebih banyak aset didukung dibanding Compound, dengan pengelompokan risiko yang lebih detail.
  5. aToken: Mirip cToken, simpan dana dapat aToken yang otomatis tambah nilai seiring bunga.

Mekanisme likuidasi lebih ramah: denda 5-10%, dengan faktor kesehatan yang dipantau real-time. Di 2026, Aave V3 sudah mendukung multi-chain, mode isolasi untuk aset berisiko tinggi, dan GHO sebagai stablecoin asli mereka.

Pokoknya, kalau kamu suka eksplorasi fitur lanjutan seperti flash loan atau leverage kompleks, Aave adalah pilihan tepat.

Aturan Emas Pinjaman: Jaga Faktor Kesehatan Tetap Aman

Baik di Compound maupun Aave, ancaman utama tetap sama: penurunan harga jaminan.

Faktor kesehatan dihitung: (Nilai jaminan total × faktor jaminan) / total pinjaman. Kalau di bawah 1, likuidasi langsung jalan.

Ilustrasi: Jamin 1000 dolar ETH (faktor 80%), pinjam 600 dolar USDC. Faktor kesehatan = (1000 × 0.8) / 600 = 1.33 (aman).

ETH turun 30% jadi 700 dolar, faktor jadi (700 × 0.8) / 600 ≈ 0.93—bam, dilikuidasi plus denda, rugi besar.

Tips Hindari Likuidasi:

  • Jangan pinjam sampai penuh; sisakan 20-30% margin aman.
  • Pantau harga lewat tools dan set notifikasi.
  • Kalau harga goyang, tambah jaminan atau lunasi sebagian cepat.
  • Diversifikasi jaminan, jangan taruh semua di satu aset.

Di Indonesia, di mana volatilitas kripto sering bikin deg-degan, tips ini bisa bantu kamu tidur nyenyak.

Kesimpulan dari Saya

DeFi pinjaman merebut kendali keuangan dari tangan bank, memberi leverage dan peluang langsung ke tangan individu biasa seperti kita.

Tapi ingat, tanggung jawab risikonya sepenuhnya di pundakmu. Compound menawarkan kesederhanaan untuk pemula yang ingin passive income stabil. Aave buat yang haus petualangan dengan tools canggih.

Sudah siap jamin ETH-mu dan pinjam USDC untuk all-in? Atau mulai kecil dulu, pahami garis likuidasi sebelum gaspol?

Rekomendasi Top 3 Exchange Kripto Global:

Pilih Binance untuk lengkap, OKX untuk pro, Gate untuk altcoin! Daftar sekarang dan dapatkan diskon fee seumur hidup~